Satu lagi warna baru yang hadir pada ajang Axis Java Jazz Festival 2010 malam itu (06/03) di Outdoor Stage. Sebuah kolaborasi dari funk, hip hop dan jazz yang digawangi oleh Indra Aziz, Riza Arshad, Indra Perkasa, Jevin Julian dan Billy Tamnge a.k.a BdaBX. Jika dilihat dari sepak terjang yang pernah mereka lakukan, masing-masing personel mempunyai warna yang berbeda-beda.
Indra Aziz adalah seorang vokalis dan saxophonist yang juga aktif sebagai dosen vokal di UPH Karawaci dan sebagai head of vokal department Institut MusikIndonesia.
Indra Perkasa seorang komposer, arranger, dan pemain double-bass. Ia menyelesaikan studinya di IMDI dan melanjutkan studi film-scoring di California, A.S. Saat ini Indra aktif mengajar di IMDI dan juga sibuk dengan berbagai proyek film.
Billy Tamnge a.k.a BdaBX adalah beatboxer kelahiran Papua. Billy adalah salah satu pendiri komunitas Indobeatbox bersama Tito a.k.a Titz G Fade 2 Black dan teman-teman chief lainnya di Indobeatbox. Saat ini selain aktif mempromosikan beatbox ke seluruh nusantara, ia juga aktif bernyanyi dalam paduan suara.
Beatbox merupakan salah satu bentuk seni yang lebih fokus kepada menghasilkan bunyi-bunyian ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable, melalui alat-alat ucap manusia seperti mulut, lidah, bibir, dan rongga-rongga ucap lainnya.
Jevin Julian adalah drummer jazz yang belajar di IMDI. Selain itu Jevin juga adalah seorang beatboxer handal, salah seorang pelopor diIndonesia, dan juara beatboxing competition.
Terakhir adalah Riza Arshad, seorang komposer dan pianis yang sudah tidak asing lagi bagi dunia jazzIndonesia. Riza Arshad merupakan motor dari grup simakDialog dan Trioscapes. Ia juga seorang pengajar masterclass jazz di IMI, selain juga sebagai kurator program Serambi Jazz.
Beatbop project merupakan project pertama mereka, walaupun mereka beberapa kali pernah bersentuhan dalam beberapa proyek, namun baru dalam Beatbop project inilah mereka dapat berkolaborasi secara langsung.
Kolaborasi yang sungguh terbilang jarang, bahkan mungkin belum pernah ada di Indonesia sebelumnya, dimana beatbop yang terdengar lebih condong ke genre musik elektronik lebih dominan seringkali digabungkan dengan genre musik rock, pop dan R&B, namun kali ini digabungkan juga dengan genre musik jazz. Hasilnya memang menarik dan selalu mengundang applauses penonton. Contohnya ketika mereka memainkan komposisi ‘Idioteque’ dari Radiohead, ‘Come As You Are’ dari Nirvana dan ‘Last Train to Yogyakarta’ yang merupakan komposisi dari Indra Aziz. Sungguh suatu kolaborasi yang menghasilkan warna baru dan menarik. Persoalan lebih enak dari versi alsinya adalah relatif, kembali kepada selera masing-masing.
